Senin, 08 November 2010

Pengalaman Sindoro

Pengalaman Pendakian Gunung Sindoro

Hari Senin Tanggal 26 juni-2 juli saya merasakan nikmatnya Ciptaan Allah yaitu Pendakian Gunung Sindoro.
kami melngetahui beberapa jalur,daintaranya Kledung. Sindoro Adalah termasuk dalam jajaran gunung berapi yang mempunyai bentuk kerucut dengan tipe Strato. Dari kejauhan nampak seperti dua saudara kembar antara Sundoro dan Sumbing, berdiri kokoh di batas Kabupaten Temanggung sebelah barat dan sebelah timur kota Wonosobo. Diantara keduanya, dipisahkan oleh pelana Kledung (1.405 m.dpl) yang melintasi jalan raya, menghubungkan Wonosobo dengan kota Magelang

Gunung Sundoro mempunyai Koordinat/ Geografi pada 7° 18'LS dan 109° 59.5' BT dan memiliki areal Kawasan Hutan cukup luas yang di kelola oleh PERHUTANI Wonosobo (772 m.dpl) dan Temanggung. Berada di puncaknya, kita bisa melihat pemandangan disekitarnya, bagian lereng gunung ditanami hamparan kebun teh yang mengelilingi menjadikan lereng sindoro terlihat hijau sepanjang tahun.

Di bagian timur dari puncak datar seluas 400 x 300 m terdapat kawah kembar besar berukuran 210 x 150 m, sedangkan dataran Segero Wedi, Banjaran, di bagian barat dan utara, adalah sisa dari kawah utama dan sekunder. Kerucut dan kawah parasit ditemukan di lereng barat daya dan timur laut dan di kaki tenggara. Beberapa ratus bukit di kaki timur laut menurut Taverne dan van Bemmelen merupakan sisa erosi dari suatu longsoran tanah sebelum tanah sebelum sejarah atau dari lahar.

Rute Pendakian
Gunungapi ini mudah dicapai dari segala jurusan, dari sebelah timur dari Magelang, dari sebelah barat dari Banjarnegara, dari arah utara dari Candiroto atau Melayu, sedangkan dari arah selatan dari Purworejo. Untuk mendaki gunung Sundoro terdapat dua jalur umum yang biasanya dipergunakan, yaitu; lewat Desa Kledung dan lewat Desa Sigedang (Tambi).

Jalur Kledung
Untuk mencapai Desa Kledung, dari arah Magelang naik bus ke jurusan Wonosobo atau sebaliknya, turun di Desa Kledung disebelah Restoran Dieng Pass. Perjalanan dari arah Wonosobo hanya 3 Km. Untuk sarana penginapan di Kledung masih belum tersedia, penginapan hanya ada di Wonosobo atau Magelang, tetapi kita bisa menginap di rumah Kepala Desa atau di rumah masyarakat setempat.

Di Desa Kledung kita bisa menyaksikan pemandangan yang menarik baik kearah Gunung Sundoro maupun kearah Gunung Sumbing. Sekitar 0,5 jam perjalanan kita akan melewati batas ladang penduduk dengan hutan dan sampai di Watu Gede. Sekitar 0,5 jam perjalanan lagi kita akan sampai di Situk, disini ada pos pendaki dan kita dapat beristirahat disini. Dari Situk diteruskan lagi, kita akan menemui jalan bercabang, lurus dan ke arah kanan.
Sebaiknya kita ambil yang lurus karena jalan ini lebih cepat tetapi lebih menanjak, sedangkan jalan yang kanan lebih landai dan melewati lereng bukit, kedua jalan ini akan bertemu di Pestan dan dapat ditempuh dalam 2 jam dari Situk.
Berjalan sekitar 2-3 jam lagi kita sampai di Batu Tatah, daerahnya agak berbatu. Untuk menuju puncak diperlukan waktu 2 jam lagi, mendekati puncak kita mengambil jalan memutar dari arah kiri menuju ke arah kanan menuju puncak. Dari desa Kledung ke puncak Sundoro ini membutuhkan waktu 7 jam dan turunnya dibutuhkan waktu 4 jam.
Puncak Gunung Sundoro merupakan dataran seluas (400 x 300) meter, yang disebelah timurnya terdapat dua kawah kembar seluas (210 x 150) meter. Sedangkan di sebelah barat dan utara terdapat dataran Segoro Wedi dan Banjaran serta dua dataran yang belum bernama, yang merupakan sisa kawah utama dan sekunder.
Menurut tradisi masyarakat di sini setiap tanggal 1 Suro, Tahun Baru pada penanggalan Jawa-Islam, banyak penduduk yang mendaki Gunung Sundoro ini, untuk mengadakan selamatan di puncak.

Jalur Sigedang-Tambi
Jalur Sigedang merupakan jalur yang agak sulit karena jalanan sangat menanjak sehingga jarang yang melakukan pendakian lewat sini tetapi jalur ini banyak di gunakan sebagai jalur turun karena lebih cepat dan lebih dekat dengan Lembah Dieng. Untuk mencapai Sigedang, dari arah Wonosobo kita naik bus ke jurusan Dieng, turun di Rejosari atau Tambi, sekitar 15 Km.
Selanjutnya perjalanan diteruskan dengan jalan kaki /naik Ojek menuju ke arah kampung Sigedang sekitar 4 Km. Kondisi Jalan menuju Sigedang sudah beraspal dan disekitar jalan kita bisa memandang hamparan tanaman teh. Awal pendakian kita mulai di sini. Berjalan melewati jalan berbatu menyusuri kebun - kebun teh selama 2 jam perjalanan akan sampai dibatas perkebunan teh dengan hutan (4 Km). Dari sini pendakian kita teruskan melalui jalanan yang cenderung menanjak selama 3 jam akan sampai di Watu Susu.
Watu Susu merupakan daerah yang mempunyai ciri adanya batu yang besar yang terdiri 2 buah. Menurut kepercayaan penduduk, batu ini merupakan buah dada dari Gunung Sundoro. Dari Watu Susu ke puncak dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam lagi. Perjalanan dari Sigedang menuju puncak Gunung Sundoro membutuhkan waktu sekitar 6-7 jam dan turunnya memakan waktu 4-5 jam perjalanan.
Untuk melakukan pendakian lewat Sigedang harus melapor dahulu ke Kepala Desa. Disini kita bisa menginap di rumah masyarakat setempat yang umumya juga sebagai pemandu gunung.
Untuk melakukan pendakian ke Gunung Sindoro lewat Kledung belum ada ijin khusus tetapi sebelum melakukan pendakian kita harus mencatat nama di rumahnya Kaur pembangunan (Pemerintah Desa) sebagai tanda ijin mengetahui adanya pendaki yang naik.
Untuk melengkapi penjalanan bisa menuju ke Kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng. Dataran Tinggi Dieng merupakan kawasan wisata yang terkenal baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Untuk mencapai Dataran Tinggi Dieng dari arah Wonosobo kita naik minibus atau taksi menuju ke arah Dieng (26 Km). Kota Wonosobo merupakan kota pegunungan yang terletak 2316 kaki dan berdiam di punggung sebuah bukit . Suhu rata - rata 22 - 30 derajat pada siang hari dan 15 - 20 derajat pada malam hari sungguh menawarkan suasana sejuk dan nyaman.Untuk penginapan di Wonosobo banyak di temui hotel berbintang dan losmen.

Dataran Tinggi Dieng (2.093 m dpl)
Tempat wisata yang paling terkenal kawah Cikidang. Bentuk kawah Cikidang menyerupai kawah Tangkuban Perahu, Kawah Cikidang merupakan bekas kepundan gunung berapi. Telaga Warna merupakan sebuah telaga vulkanis, bekas kepundan sebuah gunung berapi yang meletus pada masa Dieng Purba. Kandungan telaga vulkanis ini berisi aneka bahan mineral dan belerang . Sehingga ketika cahaya mentari menembus dasar telaga, karena refleksi ekologis maka terpantullah aneka warna cemerlang ke permukaan : Putih, kuning, hijau.dan untuk menikmati lebih banyak lagi silahkan anda datang ke tempat yang indah ini , kesan takjub akan pasti kita dapatkan.
Untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap dapat anda peroleh saat berkunjungke Lembah Dieng. Buku panduan juga bisa di peroleh di tempat menginap baik hotel maupun losmen.

Tahan Urip neng Alas



TEKNIK SURVIVAL HUTAN
Teknik survival adalah bagian dari THAB yang mempunyai pokok bahasan :
  1. PERSIAPAN PERJALANAN DAN KESEHATAN PERJALANAN.
  2. BOTANI DAN ZOOLOGI PRAKTIS.
  3. PIONEERING, meliputi :         navigasi, mountaineering, tali temali/jerat, pengetahuan medan, bivak, mencari air, membuat api, komunikasi lapangan, membaca jejak, manaksir jarak dan ketinggian.
Namun penerapannya dipengaruhi oleh faktor-faktor :
  1. Subyektif (jasmani rohani).
  2. Proses pelaksanaannya.
  3. Obyektif (kondisi lingkungan/medan).
  4. Faktor pendukung (sarana danprasarana kegiatan).

Definisi umum :
Survival itu apa yach? Ada yang tau ga’? yup betul survival adalah suatu usaha dalam keadaan darurat alias kepepet untuk mempertahankan diri dari ancaman lingkungan agar terus dapat mempertahankan hidup dan melanjutkan kegiatan/tugas yang sedang dilaksanakannya. Intinya berusaha untuk hidup dengan kondisi apa adanya.
Definisi khusus :
Bagi para petugas SAR, survival adalah usaha dalam keadaan terbatas untuk mengolah kebutuhan pendukung SAR secara maksimal dengan memanfaatkan factor alam yang ada disekitarnya sehingga kegiatan operasi SAR masih terlaksana.
Keadaan darurat/terbatas ini meliputi :
  1. Kesehatan jasmani dan rohani
contoh  : tegangan emosi, ketakutan, kesepian, tertekan, putus asa, putus cinta (yee….) dan terasing, kecelakaan, luka.
  1. Tersesat.
  2. Kondisi medan yang berat.
  3. Terbatasnya perlengkapan.
  4. Bahan makanan terbatas.
Jadi memang teknik survival hutan perlu disegarkan kembali agar permasalahan yang kurang dalam hal kemampuan, pengetahuan dan perlengkapan bisa diatasi dengan perencanaan, persiapan dan latihan sehingga dalam praktek yang sesungguhnya tidak menjadi persoalan baru yang lain selain operasi SAR itu sendiri.
Pembahasan ruang lingkup dibatasi, meliputi pemahaman :
  1. Mampu mempraktekkan pengetahuan yang sesuai untuk kegiatan/tugas yang dikerjakan.
  2. Pengembangan teknis dan system pengelolaan survival.
  3. Peralatan survival yang tepat.
Pada prakteknya semua keadaan darurat yang terjadi dalam mengatasinya melalui tahap/tindakan :
  1. Menilai kesehatan secara keseluruhan dari tim.
  2. Melakukan komunakasi bila mungkin, agar keadaan darurat tidak berlarut-larut dan yang sakit dapat segera ditolong.
  3. Membuat perlindungan sementara dan perlengkapannya.
  4. Istirahat untuk mengembalikan kondisi.
  5. Evaluasi :          – menilai permasalahan yang sudah, sedang dan akan terjadi
- mencari sebab timbulnya keadaan darurat
- penentuan lokasi untuk pengelolaan keadaan darurat
- menyusun daftar makanan, air dan alat yang masih tersisa
- membagi tugas
AIR
Kebutuhan Air
Untuk kondisi manusia dapat hidup tanpa air dalam keadaan tubuh sehat maksimal selama empat hari. Akan mati 8-12 hari. Apa benar?kalau ga’ percaya buktikan sendiri.OK!. Bila ada air tetapi tak ada makanan, orang akan bertahan selama 3 minggu. Sedang kebutuhan dasar air pada manusia minimal 2,5 liter perhari. Naik turunnya kebutuhan air tergantung pada aktivitas kegiatan dan makanan yang dimakan, juga dipengaruhi oleh kondisi cuaca atau alam.
Syarat Mutu Air
Air yang dikonsumsi manusia ideal harus memenuhi syarat sebagai berikut :
  1. Syarat Fisik
Tak berbau, tak berasa, tak berwarna dan sejuk (dibawah suhu sekitar), jernih (kekeruhan 1mg/liter SiO2.
  1. Syarat Bakteriologi
-         Angka kuman 1 cc kurang dari 100 cc air.
-         Bakteri coli tak ada dalam 100 cc air.
  1. Syarat Chemis
-         Zat yang ada kurang dari 100 mg/liter
-         Zat organic kurang dari 10 mg/liter
-         Mengandung fluor dan yodium
-         Tak boleh mengandung gas H2S, NH4, NO3 kurang dari 20 mg/liter, NO2
Dalam praktek, persyaratan diatas yang paling mudah dipenuhi adalah syarat fisik, kemudian air dimasak (melalui proses penjernihan dan sterilisasi dengan obat), air langsung dapat diminum.
Macam Air
Mutu tingkat air dimulai dari kandungan zat-zat didalamnya
  1. Air terkontaminasi (CONTAMINATED WATER)
yaitu air yang mengandung racun, unsur kimia biologi, radiology (kibira) atau jasad renik yang dapat menimbulkan sakit.
  1. Air kotor terpolusi (POLLUTED WATER)
yaitu air yang mengandung bahan sampah, Lumpur atau limbah. Tak bisa dipakai karena tidak memenuhi syarat fisik.
  1. Air yang dapat dipakai (PORTABLE WATER)
yaitu air yang bebas kibira, racun dan organisme. Walau rasa kurang enak, sesudah dimasak bisa diminum
  1. Air nyaman (PALATABLE WATER)
yaitu air yang enak dan segar diminum.
Penjernihan Air
Supaya air menjadi “palatable water” tahap-tahapnya :
  1. Sedimentasi
yaitu air didiamkan sampai kotoran mengendap sendiri atau dicampur AlOH.
  1. Koagulasi
yaitu pengendapan melalui zat kimia. Untuk bahan alkali sama dengan FCl2, NH4. non alkali sama dengan Na2SO4.
  1. Filtrasi
yaitu untuk menjernihkan air dengan pasir atau saringan diatomis.
  1. Sterilisasi
yaitu untuk membunuh organisme penyebab penyakit, cara :
-         Delapan tetes yodium tinetur 2,5%/liter  air selama 10 menit
-         KMnO4 (kalium permanganate)
-         Tablet halozone (untuk penjernih air)
-         Dicampur serbuk biji kelor 200mg/liter lalu diendapkan selama ½ jam.
  1. Untuk penghilang bau, warna, racun, adalh dengan karbon aktif seperti : norit, aqua nuchar, hidro darco
Sumber Air
  1. Air yang tidak perlu dimurnikan/palatable water
-         Air bron/mata air
-         Air sumur, waduk, sungai, telaga, air hujan, mata air
-         Air dari tanaman :         * kelapa, kaktus dipotong diperas
* liana/rotan dengan memotong dekat tanah ditampung
* palmae diambil niranya
* ruas bambu, bonggol pisang, lumut
-     Air tampungan dari embun
  1. Air yang dimurnikan
-         Air berlumpur
-         Air yang tidak memenuhi syarat fisik.
Pencarian Air
  1. Pada tanah berbatu
-         Cari mata air pada daerah karst
-         Dari saluran air pada dinding lembah yang memotong lapisan berpori.
-         Pada daerah granit cari pinggir bukit  berumput paling hijau.
  1. Pada tanah gembur
-         Cari pada daerah lembah atau lereng.
-         Kadang terdapat genangan kecil, air harus disterilkan.
  1. Di pegunungan
-         Digali bekas aliran sungai pada kelokan sebelah luar.
-         Pada hutan lumut, ambil lumut lalu peras.
  1. Dari tumbuh-tumbuhan.
  2. Menampung embun.

Senin, 11 Oktober 2010

Menjadi Diri sendiri

Merindukanmu
Meski sejenak bertemu, aku bahagia bisa kembali melihatmu
Di batas-batas kerinduan dan kehampaan tak terasa airmata menetes di pipiku
Hati yang mati suri, tiba-tiba terjaga dan berkata bahwa sesungguhnya rasa masih ada
Baru kumengerti bahwa rasa tak pernah pergi dan sepertinya takkan terganti
Sekeras apapun kumencoba, selemah apapun daya tuk mengingatnya
Hati miliki pilihannya sendiri yang tak bisa diatur oleh akal
Kukira aku sudah berhenti berharap di sekian waktu yang lalu
Kukira aku tak punya lagi hasrat untuk bertemu
KukiraĆ¢€¦ aku takkan lagi melihatmu seindah seperti dulu
Hingga kemarin aku tahu bahwa segalanya tak ada yang berubah
Hanya setumpuk perkiraanku saja yang salah

Mencari Jati Diri Dan Tujuan HIDUP

Sepanjang hidup, ada cara-cara yang lebih mudah dan lebih sulit untuk memperoleh hasil-hasil yang kita pilih. Tujuan hidup itu tidak ada perbedaan. Konsep-konsep berikut ini merupakan sparepart yang disediakan dalam perjalanan untuk membuat perjalanan lebih lancar. Alat-alat inibekerja dengan kreatifitas dan insuisi kita dan akan lebih jauh membantu kita berjalan lebih sesuai (sejalan) dengan karakter tujuan hidup kita. Pakailah konsep itu selama dan ketika kita merasakan seakan-akan – ini bukan sebuah program untuk diikuti, cara-cara sederhana yang membantu kita mengatur (menyesuaikan) jalan kita dan meneruskan kita sebuah rangkaian pelajaran yang penuh Tujuan hidup.

Percaya Diri
Percaya diri merupakan sebuah alat yang cepat dan mudah untuk menggunakan kecerdasa intuisi atau kreatif kita. Kita dapat menggunakannya dalam sejumlah cara-cara yang berbeda.

Kejelasan
Berbicaralah dengan kejelasan. Ungkapkan diri kita dengan penuh Tujuan hidup. Kejelasan memelihara kepercayaan diri dan merupakan pember kemungkinan yang sangat besar.

Proporsional
Kurangi setiap sesuatu sampai pada dasar intisarinya. Selanjutnya kita selalu dapat menguraikannya. Mengetahui intisari sesuatu membantu kita menyatukan sesuatu itu dengan Tujuan hidup kita.

Intuisi Kreatif
Segala sesuatu adalah mungkin melalui pikiran kreatif kita. Kreatifitas dan intuisi “tahu”. Pikiran logis kemudian mulai mamahmi. Menjalani Tujuan hidup kita artinya pertama dikendarai oleh pikiran intitif/kreatif dan kedua memahaminya dalam kebiasaan lurus (mengalir lurus).

Kesederhanaan
Jika kita dapat mengatakan sesuatu secara sederhana barankali kita memahaminya, jika tidak dapat, barangkali kita tidak paham. Katakan apa yang kita maksudkan dan artikan apa yang kita katakan. Tujuan hidup kita adalah bagian yang paling jujur dari diri kita.
Bagi saya, kesedarhanaan mempunyai sebuah kebersihan mengenainya, sebuah kemurnian.

Kerjasama
Apapun Tujuan hidup yang kita pilih untuk diri kita sendiri kita perlu orang lain untuk menjalankannya. Kerjasama yang besar dilahirkan (diciptakan) dari sebuah rasa hormat yang mendasar kepada pendangan-pandangan dan kemampuan-kemampuan orang lain.

Kamis, 07 Oktober 2010

Hikmah dibalik Gempa Bumi dan Bencana

Allah yang menguasai langit dan bumi. Dia bisa membuat apa saja mulai dari gempa bumi, bencana alam alam ciptaanNya kapan saja dan dimana saja. Namu dari semua itu tentu ada hikmah, pelajaran yang harusnya bisa dibaca dari tanda tanda itu.
Karena saya selalu berfikir positip dari setiap kejadian tentu saya juga mendapatkan hikmah yang terkandung didalamnya.
1. Dengan gempa bumi manusia diingatkan secara dini bahwa gempa adalah 1/juta persen dari proses maha daksat itu memang akan terjadi yaitu Kiamat, dimana bukan hanya bersifat lokal tapi kehancuran tata surya dan alam semesta.
2. Dengan gempa maka bisa diketahui daerah daerah yang rawan gempa, rawan longsor untuk itu harus dihindari sebisa mungkin.
3. Dengan gempa bumi maka terlihat bangunan bangunan yang beresiko hancur dan yang masih bertahan. Dengan demikian ilmu konstruksi bangunan bisa belajar dari sifat gempa. Akan banyak lahir para ahli konstruksi gempa di Indonesia.
4 . Gempa datangnya tidak bisa diduga baik waktu dan tempatnya untuk itu jika ingin bertobat juga jangan menunggu udah uzur seperti saya ini (hehehe), sebab kematian / musibah juga tidak bisa diketahui waktu dan tempatnya.
5. Gempa bumi adalah peringatan Tuhan yang paling nyata, bahwa manusia itu memang sangat tidak berdaya.  Untuk itu tidak ada pelindung selain Allah Tuhan Yang Maha Perkasa.
Kesimpulan:
Tidak ada yang salah dengan gempa bumi, itu bagian dari sistem yang sudah diciptakan Tuhan. Itu adalah ketetapan yang tidak bisa dibantah dan dihindari. Hanya orang orang yang bisa menbaca  dari semua kejadian dan belajar dari kejadian itulah yang menapatkan hihmah dan manfaat yang besar, sebesar dampak yang ditimbulkan gempa bumi itu sendiri.
Selamat merenungkan 1001 hikmah gempa bumi. Barangkali kemarin kurbanya orang lain mungin besok diri kita sendiri. Hanya Tuhan Yang Tahu.